Sabtu, 22 September 2012

Bagaimana Cara Menyusun Rencana Usaha

Kelanjutan dari ide usaha yang sudah dimiliki adalah penyusunan rencana usaha.Penyusunan rencana usaha tidak hanya sekedar memperoleh model/kerangka, tetapi merupakan suatu panduan dan tuntunan yang akan membantu dalam melaksanakan ide menjadi suatu usaha yang tangguh dan berkembang. Rencana usaha yang perlu diperhatikan adalah bagaimana memilih bagian-bagian yang perlu diperhatikan dan penekanan-penekanan yang lebih khusus dan kuat dari rencana usaha yang dijalankan. Apakah dari segi teknik produksi, pemasaran, keuangan dll.

       Dalam penyusunan rencana usaha, langkah-langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut.

1.  Bidang apa yang akan kita usahakan. Kita menentukan bidang usaha ini dengan berorientasi kepada kesempatan atau peluang yang ada. Kejelian memilih peluang merupakan faktor penting dalam menentukan macam kegiatan yang akan dilakukan setelah menemukan harus kita analisis terlebih dahuludan disesuaikan dengan kemampuan kita untuk mengusahakannya. Hal ini sangat berpengaruh kepada berhasil atau tidaknya pelaksanaan kegiatan usaha nantinya.
2.  Usaha apa sebaiknya yang kita lakukan. Setelah diputuskan bidang kegiatan apa yang           akan diusahakankita menentukan bagian dari bidang usaha tersebut. Misalnya bidang usaha yang dipilih adalah perdagangan.
3.  Bagaimana proses dan strategi yang harus kita lakukan ? Pada tahap ini dibuat perencanaan yang menunjukkan proses dan strategi yang akan digunakan sebagai acuan usaha.

       Penyusunan perencanaan usaha meliputi langkah-langkah sebagai berikut.

1.  Memilih lokasi
     Memilih lokasi usaha harus mengacu pada kedekatan dan kemudahan dengan pembeli. Pemilihan lokasi usaha dipengaruhi oleh hal-hal berikut.
  a.  Banyaknya pembeli
  b.  Arus lalu-lintas tempat kemungkinan pembeli dapat berhenti.
  c.  Dekat dengan usaha-usaha yang menjual kebutuhan pokok masyarakat.
  d.  Dekat dengan fasilitas transportasi umum.
  e.  Lokasi mudah didapat.
  f.  Mudah mendapatkan tenaga kerja yang sesuai.
  g.  Tingkat upah yang memadai.
  h.  Keadaan penduduk
  i.  Usaha yang telah ada.
  j.  Dukungan dari pemerintah daerah.

2.  Tempat Usaha
     Tempat usaha tidak identik dengan lokasi atau wilayah usaha, tetapi akan menentukan apakah usaha anda akan berkembang atau tidak. Memilih tempat usaha harus diperhatikan lahan juga sesuai dengan peruntukannya, misalnya pembagian fungsi atau tata ruangnya dan sebagainya. Selain itu, harus diperhatikan juga tersedianya jalan kendaraan, tempat parkir, dan sebagainya agar mempermudah pembeli untuk mencapai lokasi. Perlu juga diperhatikan ketersediannya fasilitas umum dan faktor lain. Misalnya keamanan dan kenyamanan lingkungan.

4.  Perlengkapan usaha
 Perlengkapan usaha disebut juga alat-alat produksi yang harus ditetapkan jenis, jumlah dan kualitasnya (standar pokok) selain baahan bakar dan sumber daya manusianya. Memiliki peralatan, baik jenis maupun jumlah dan kualitasnya sangat penting karena akan menentukan kondisi barang yang dihasilkan.
5.  Penggunaan Sumber Daya Manusia (SDM)
Dalam menentukan tempat usaha  juga perlu diperhatikan adanya kesediaan tenaga kerja di daerah tersebut yang meliputi kemampuan dalam kualitas dan kuantitas sehingga dapat diperoleh tenaga kerja yang memadai dengan upah relatif murah.
6.  Menentukan Saluran Distribusi
Distribusi menyangkut bagaimana menyampaikan barang supaya dapat dikonsumsi konsumen. Dalam hal ini perlu dipertimbangkan hal-hal sebagai berikut.
  a.Setiap mata rantai distribusi akan menambah biaya.
  b.Berpengaruh pada kemasan atau jenis alat angkut yang akan digunakan untuk menentukan sistem distribusi.
            1. Barang apa yang dijual, sifatnya cepat rusak/tidak, harga dapat terjangkau atau tidak.
            2. Jenisnya disukai konsumen/tidak dan ukurannya berapa.
            3. Siapa konsumen barang tersebut. Usia anak-anak, dewasa, orangtua dll.
            4. Tingkt penghasilan konsumen, lembaga yang mengonsumsi dan sebagainya.
  c. Di mana pembeli atau konsumen berada?
  d. Cara penjualan; langsung atau tidak langsung.
  e. Tempat penjualan melalui pasar, toko, warung dsb.
  f. Banyaknya orang-orang yang membantu dalam melakukan penjualan.

7. Memuat alur produksi
  Alur produksi untuk usaha kecil dalam penggunaan peralatan disesuaikan dengan jumlah, jenis, dan klasifikasinya.
a.      Memuat Alur Produksi, mulai dari persiapan bahan baku, proses produksi, finishing, dan pengiriman barang kepada pembeli.
b.      Menetapkan pekerjaan yang harus dilakukan dalam setiap tahapan dalam alur tersebut.

Perincian pekerjaan yang harus  dilakukan pada setiap tahapan, misalnya:
1.      Tahap persiapan, proses produksi, kemudian pemasaran.
2.      Setiap tahap dibuat rencana atau ruang (plan lay out) sehingga proses kerja akan lebih akurat dan rinci.

8.   Rencana Pemasaran
Pemasaran adalah bagaimana cara memenuhi suatu kebutuhan pembeli. Kegiatan pemasaran sangat menentukan keberhasilan usaha. Oleh sebab itu diperlakukan strategi yang tepat  untuk melaksanakan kegiatan ini. Untuk merumuskan strategi yang digunakan dalam kegiatan pemasaran dan menyusun rencana pemasaran diperlukan :

a)      Melakukan survei pasar yang dilakukan tersebut.
b)      Mengenal persaingan yang dihadapi, perhatikan siapa pesaing kita, berapa lama mereka telah berusaha dan berapa persen mereka mengusasai pasar.

9.    Rencana Perluasan
Pada tahap persiapan kita harus memperhatikan kemungkinan perluasan usaha.
Hal ini penting karena akan memperjelas cakrawala darikegiatan usaha yang akan dilakukan. Dalam rencana perluasan ini hal-hal yang dipertmbangkan adalah kemungkinan laku/tidaknya barang yang akan kita jual didaerah tersebut, berapa banak konsumen yang membutuhkannya, serta pertimbangan biaya yang akan dikeluarkan dalam rangka perluasan usaha tersebut.
         10. Perencanaan Biaya
      Membuat Perencanaan biaya dilakukan dengan menyusun anggaran belanja perusahaan untuk periode tertentu dengan skala prioritas sekaligus merencanakan sumber-sumber pembiayaan atas dana yang diperlukan. Hal-Hal yang diperlukan untuk menyusun anggaran adalah.

a)      Rincian harga tetap, misalnya tanah, peralatan, dan bangunan yang akan kita butuhkan dalam menjalankan suatu usaha, dari mana diperoleh dan berapa harganya.
b)      Berapa banyak dana yang kita butuhkan untuk modal kerja, yaitu modal untuk mengolah bahan baku menjadi barang jadi. Atau bila kita bergerak dalam bidang perdagangan, yaitu dana yang kita butuhkan untuk membeli dari pemasok, termasuk didalamnya gaji pegawai, sewa tempat serta biaya lainnya.
c)      Berapa total biaya yang kita butuhkan untuk dapat menjalankan usaha yang akan kita kelola.
d)      Dari mana kta memperoleh dana yang kita butuhkan tersebut.

11. Perencanaan harga pokok dan harga jual
      Hal ini sangat penting agar konsumen mampu membeli barang yang kita tawarkan.
 Hal yang harus dipertimbangkan antara lain: biaya-biaya usaha, besarnya keuntungan yang mungkin diperoleh dan daya beli konsumen serta perusahaan pesaing.


Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar